Langsung ke konten utama
 Assalamu’alaikum teman-teman,     
      
Apa kabar kalian? Semoga selalu diberi kesehatan, keselamatan, umur yang panjang dan barokah, amin. Teman-teman kali ini saya akan mengulas sedikit tentang sejarah bahasa Indonesia. Mari kita belajar bersama tentang sejarah bahasa Indonesia, selamat menikmati.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

           Menurut pendapat para ahli, cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu kuno yang berasal dari Kalimantan Barat. Berdasarkan bukti dari sejumlah prasasti yang ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia yang ditulis dengan huruf Palawa dan Arab. Sebagai contoh bentuk bahasa Melayu kuno dalam salah satu prasasti yang telah ditranslitasi sebagai berikut:

             Nipahat di welanya yang wala Griwijaya kaliwat manapik yang Bhumi Jaya tida bhakti ka                 Griwijaya.

Arti harfiah:
            Dipahat di waktunya yang tentara Sriwijaya telah menyerag tanah Jawa tidak takluk ke                        Sriwijaya.

Makna sebenarnya:
            Dipahat pada waktu tentara Sriwijaya telah menyerang tanah Jawa tidak takluk ke Sriwijaya.

            Mengenai prasasti yang menjadi bukti cikal bakal bahasa Indonesia, silakan periksa 
Kridalaksana (1991) atau Chaer 2010.             
         
 Lingua Franca
Adalah bahasa perhubungan yang digunakan untuk berinteraksi antara dua etnis atau lebih yang masing-masing etnis memiliki bahasa sendiri-sendiri.  Sebagai lingua franca bahasa Melayu diperkirakan telah digunakan di seluruh Nusantara oleh para pelaut dan pedagang sejak maraknya perdagangan rempah-rempah dari Maluku. Komoditas tersebut dibawa oleh pedagang ke India dan selanjutnya ke Eropa melalui selat Malaka. Mereka berlabuh dan mampir ke Pulau Malaka atau di pantai Semenanjung Malaka lalu mereka berkenalan dengan bahasa Melayu. Dari sinilah awal bahasa Melayu menyebar ke mana-mana.
Bukti bahasa Melayu menjadi lingua franca:
Ø  Abad ke-15 terbit Daftar Kata Cina-Melayu
Ø  Tahun 1552 terbit Daftar Kata Italia-Melayu
Ø  Tahun 1603 terbit Kamus Melayu-Belanda
Ø  Abad ke-16 Pemerintah Hindia-Belanda melakukan interaksi dengan penduduk pribumi dengan bahasa Melayu
Ø  Tahun 1901 Pemerintah Hindia Belanda menstandarkan ejaan bahasa Melayu dan memasukkannya ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah formal.

Tonggak-tonggak Penting dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
1.       Kedatangan Bangsa Hindu
Pada abad permulaan, kedatagan agama Hindu telah menyumbangkan aksara Palawa, Sanskerta, dan bahasa Tamil.

2.       Kedatangan Orang Eropa
Bahasa Eropa yang ikut memberi kontribusi terhadap bahasa Melayu. Mengenai kosakata serapan dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia secara lengkap dapat dilihat dalam buku Russel Jones 2008.

3.       Penyusunan Ejaan Van Ophuijsen
Ch. A. Van Ophuijsen menyusun ejaan bahasa Melayu dan pada tahun 1901 ejaan tersebut disiarkan sebagai ejaan standar. Ejaan ini menjadi ejaan resmi dalam berbagai buku berbahasa Melayu yang diterbitkan oleh Pemerintah HIndia Belanda, ejaan ini terus digunakan sampai tahun 1947 yang kemudian digantikan oleh ejaan Soewandi.

4.       Kebangkitan Nasional
Awal abad 20 muncul Kebangkitan Nasional. Gerakan yang bersifat nasional Indonesia ini memberi semangat keindonesiaan dalam berbahasa Melayu. Guna menumbuhkan rasa kebangsaan Indonesia.

5.       Pendirian Balai Pustaka
Kontribusi Balai Pusaka yaitu penyebaran satu ragam Melayu formal ke seluruh wilayah Indonesia yang kelak akan diangkat menjadi bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

6.       Kongres Pemuda I 1926 dan Kongres Pemuda II 1928
Pada Kongres Pemuda I 2 Mei 1926, M. Tabrani mengusulkan nama bahasa persatuan dan bahasa nasional adalah Bahasa Indonesia. Sedangkan Moh. Yamin mengusulkan nama bahasa Melayu. Pada Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928,  bahasa Indonesia dikukuhkan dalam acara Sumpah Pemuda.
Ø  Ada 3 hasil keputusan yang dimbil yaitu:
1)      Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Indonesia
2)      Kami Poetra dan Petri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia
3)      Kami Poetra dan Poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa persssatuan, Bahasa Indonesia
Ø  Alasan diterimanya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda (menurut Moeliono, 1981):
1)      Bahasa Melayu telah lama menjadi lingua franca di seluruh Nusantara
2)      Bahasa Melayu telah tersebar luas di seluruh wilayah Nusantara
3)      Bahasa Melayu masih berkerabat dengan bahasa Nusantara lain, sehingga tidak dianggap sebagai bahasa asing
4.       Penutur asli bahasa Melayu bukan merupakan penduduk yang secara politik, ekonomi, dan social budaya dominan pada waktu itu, sehingga penutur bahasa lain yang jumlahnya lebih banyak tidak merasa “dikalahkan”

7.       Kongres  Bahasa
Tahun 1938 diadakan Kongres Bahasa I di Solo yang menghasilkan putusan yaitu bahwa sebaiknya ejaan Van Ophuijsen harus diperbaiki atau disempurnakan, dan saran atau himbauan kepada  pers agar lebih memperbaiki penggunaan bahasa Indonesia dalam surat-surat kabar dan terbitan pers lain. Pada tahun 1947, usul penyempurnaan ejaan telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan  Pengajaran Mr. Soewandi, dan disebut dengan Ejaan Soewandi  atau Ejaan Republik. Kongres Bahasa II di Medan mengusulkan adanya perbaikan dan penyemprnaan ejaan lagi. Dan pada 17 Agustus 1972, Presiden Soeharto mengumumkan ejaan baru yang disebut Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

8.       Pendudukan Jepang 1942-1945
Jepang yang terlibat perang dengan sekutu, melarang penggunaan bahasa Belanda.Guru-guru di sekolah pemerintah dan swasta yang biasanya mengajar dengan bahasa Belanda dipaksa harus menggunakan bahasa Indonesia. Begitupun di tempat mana saja, Jepang tidak mau mendengar  adanya orang berbahasa Belanda. Dengan demikian penggunaan dan peyebaran bahasa Indonesia semakin merata dan meluas.

9.       Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi Kemerdekaan dan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 mmeperkuat kedudukan bahasa Indonesia. Dalam UUD 1945 Bab XV Pasal 36, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Negara.

10.   Pendirian Pusat Bahasa
Tahun 1947, pemerintah mendirikan satu lembaga yang bertugas mengurus masalah bahasa dan sastra dengan nama Instituut voor Taal en  Culture Onderzoek (ITCO). Sekarang bernama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Tugas utama lembaga ini adalah:
1.       Mengembangkan bahasa
a.       Penyusunan istilah
Sejak 1972 melakukan kerja sama dengan Malaysia dan Brunei
b.      Penyusunan kamus
c.       Kodifikasi tata bahasa
d.      Pengembangan sastra
2.       Melakukan pembinaan bahasa Indonesia dalam berbagai bidang kegiatan agar rakyat Indnesia  merasa bangga dan mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.
a.       Era lima puluhan sampai delapan puluhan, tampak lembaga ini giat dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 
b.      Era sembilan puluhan, banyak kegiatan lain seperti pelatihan guru-guru bahasa, penyusunan kurikulum bahasa, dan lomba kebahasaan.
c.       Era dua ribuan, Pusat bahasa menerbitkan Tesaurus Alfabet Bahasa Indonesia

11.   Seminar Bahasa 1968, 1972, 1975
Seminar yang diadakan dalam rangka memantapkan karya pengembangan dan  pembinaan bahasa, putusan seminar yaitu menetapkan bahasa Indonesia  adalah bahasa antar suku bangsa, bahasa daerah adalah bahasa intrsa suku bangsa, dan bahasa asing adalah bahasa antar bangsa dan bahasa untuk menimba ilmu pengetahuan.

12.   Peresmian Penggunaan Ejaan Baru
17 Agustus 1972 dalam pidato kenegaraan Pesiden Soeharto menyatakan peresmian penggunaan EYD.

13.   Peluncuran Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan Kamus Besar Bahasa  Indonesia
Bersamaan dengan berlangsungnya Kongres Bahasa V tahun 1988, pemerintah meluncurkan dua buah buku di atas.

14.   Bahasa Indonesia di Luar Negeri
Menurut catatan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Universitas Negeri Jakarta, sampai tahun 2008 tercatat ada 74 negara yang menyelenggarakan BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing), dan meliputi 219 buah lembaga. Dan tentu saat ini jumlah tersebut mungkin sudah bertambah banyak.

15.   Peranan Media Massa
Media massa atau pers berperan menyebarkan penggunaan bahasa Indonesia secara luas ke pelbagai pelosok Nusantara. Sayangnya masih ada kesalahan  atau kekurangan  media massa dalam menggunakan bahasa Indonesia, sebetulnya kekurangan media massa itu bersumber dari ciri-ciri kelas ragam bahasa pers atau jurnalistik.

Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai sejarah singkat bahasa Indonesia, semoga dengan ulasan yang singkat ini bisas menambah pengetahuan kita tentang sejarah asal muasal bahasa Indonesia. Sekian kawan tulisan blog saya kali ini, atas kekuragannya saya mohon maaf, semoga bermanfaat kawan.
Wassalamu’alaikum teman-teman, sampai jumpa lagi di blog saya selanjutya.


Daftar Pustaka:
Chaer, Abdul. 2013. Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Pertama Mencintai Bahasa Indonesia

Assalamualaikum..       Okay ini adalah pertama kalinya aku membuat blog, dan di blog pertamaku ini aku akan menulis "Cara mencintai Bahasa Indonesia". Iyaaa... Kita harus mencintai bahasa kita sendiri karena siapa lagi yang akan mencintai Bahasa Indonesia kalau bukan orang-orang indonesia sendiri?       Aku akan memberikan tips-tipsnya satu demi satu di setiap harinya agar kamu cinta sama aku. Ups.. Cinta Bahasa Indonesia maksud aku. Okay langsung saja ya..:       1. Banggalah terhadap Bahasa Indonesia           Harus bangga dong dengan Bahasa Indonesia karena Bahasa Indonesia ...

Tips Cinta ke-4

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang teman-teman yang saya cintai dan saya sayangi, duh rasanya rindu sekali saya dengan teman-teman semua. Pada kesempatan kali ini saya sebenarnya bingung mau menulis apa, jadi kali ini saya hanya akan memberi saran saja. Gemarlah menulis, misalnya saja yang paling sederhana yaitu menulis buku harian, lalu bisa juga menulis semua kejadian setiap hari halian yang telah kalian alami jadi kan kita bisa belajar jurnalistik. Dari hal yang sederhana misalnya kalian sedang naik bus lalu di dalam bus terjadi pencopetan, nah kalian bisa tulis kronologi pencopetan tersebut, atau di jalan kalian melihat kecelakaan lalu lintas kalian juga bisa menulisnya seolah-olah kalian adalah wartawan yang sedang mencari berita lalu kalian bisa menuangkannaya ke blog, hitung-hitung kan untuk latihan jurnalistik. Nah kalau kalian sudah mahir menulis dan mencari berita kalian bisa mengirimkan berita kalian ke kantor-kantor penyiaran berita atau apalah-a...