Langsung ke konten utama

Mencintai Bahasa Indonesia Tips Ketiga

Assalamualaikum cantik dan ganteng...

Ketemu lagi niih sama aku, aku hampir lupa untuk menyapa kalian... heheheh saat mau tidur baru ku ingat dirimu kawan.. Okay untuk pertemuan ketiga kita kali ini saya akan membahas cara ketiga supaya kalian tambah cinta sama Bahasa Indonesia. Hmmmm apa yaaaaa kira-kira, bahkan aku sendiri juga tidak tahu, aduuhhh gubrraaakkkk....
Jadi tips ketiganya adalah... jeng jeng jeng...

3.  Mengenal Lebih Dalam.
     Iya dong yesss.... ya iyalah, kalau sama gebetan aja berusaha mengenal lebih dekat dengan cara PeDeKaTe jadi ini kamu juga harus punya niatan untuk mengenal Bahasa Indonesia lebih dalam dong yesss... hihihihhi, yookkk mari sama- sama mempelajari Bahasa Indonesia. Kalau sudah kenal kan bisa tumbuh benih- benih cinta iya kan??? yoi dong pasti. Nah kalau benih itu sudah muncul biarkalah ia tumbuh dan kamu juga harus memeliharanya dengan baik agar kelak bisa menghasilkan buahnya. Jadi kalian silahkan kepoin tentang kebahasaan Indonesianya seperti sejarahnya, cabang- cabang ilmu kebahasaannya, aturan- aturannya, karya-karyanya dan lain sebagainya.

Jadi itu saja ya kali ini, kita ketemu besok lagi ya insyaAllah, Karena otakku sudah mampet nih, pengen istirahat gue... Tidurlah dan istirahat lah, dan hadapilah hari esok dengan Bismillah semoga Allah masih berkenan membangunkan kita semua besok pagi. Ciahhh... serem amat yah?? Ya Allah izinkanlah jantung ini tetap berdetak untuk besok pagi ya.. ya elah... lebayyy... ihhhhh biarin aja kelez... masalah??? bukan lebay tau... tapi bersyukur dan berdoa, itu beda dong sama lebay. Udah ya... Tidur gih besok bangun pagi. Jangan kalah sama ayam!!! Salam petok-petok kukkuruyuukkkk....

Wassalamualaikum..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Pertama Mencintai Bahasa Indonesia

Assalamualaikum..       Okay ini adalah pertama kalinya aku membuat blog, dan di blog pertamaku ini aku akan menulis "Cara mencintai Bahasa Indonesia". Iyaaa... Kita harus mencintai bahasa kita sendiri karena siapa lagi yang akan mencintai Bahasa Indonesia kalau bukan orang-orang indonesia sendiri?       Aku akan memberikan tips-tipsnya satu demi satu di setiap harinya agar kamu cinta sama aku. Ups.. Cinta Bahasa Indonesia maksud aku. Okay langsung saja ya..:       1. Banggalah terhadap Bahasa Indonesia           Harus bangga dong dengan Bahasa Indonesia karena Bahasa Indonesia ...

Tips Cinta ke-4

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang teman-teman yang saya cintai dan saya sayangi, duh rasanya rindu sekali saya dengan teman-teman semua. Pada kesempatan kali ini saya sebenarnya bingung mau menulis apa, jadi kali ini saya hanya akan memberi saran saja. Gemarlah menulis, misalnya saja yang paling sederhana yaitu menulis buku harian, lalu bisa juga menulis semua kejadian setiap hari halian yang telah kalian alami jadi kan kita bisa belajar jurnalistik. Dari hal yang sederhana misalnya kalian sedang naik bus lalu di dalam bus terjadi pencopetan, nah kalian bisa tulis kronologi pencopetan tersebut, atau di jalan kalian melihat kecelakaan lalu lintas kalian juga bisa menulisnya seolah-olah kalian adalah wartawan yang sedang mencari berita lalu kalian bisa menuangkannaya ke blog, hitung-hitung kan untuk latihan jurnalistik. Nah kalau kalian sudah mahir menulis dan mencari berita kalian bisa mengirimkan berita kalian ke kantor-kantor penyiaran berita atau apalah-a...
  Assalamu’alaikum teman-teman,              Apa kabar kalian? Semoga selalu diberi kesehatan, keselamatan, umur yang panjang dan barokah, amin. Teman-teman kali ini saya akan mengulas sedikit tentang sejarah bahasa Indonesia. Mari kita belajar bersama tentang sejarah bahasa Indonesia, selamat menikmati. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia            Menurut pendapat para ahli, cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu kuno yang berasal dari Kalimantan Barat. Berdasarkan bukti dari sejumlah prasasti yang ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia yang ditulis dengan huruf Palawa dan Arab. Sebagai contoh bentuk bahasa Melayu kuno dalam salah satu prasasti yang telah ditranslitasi sebagai berikut:              Nipahat di welanya yang wala Griwijaya kaliwat manapik yang Bhumi Jaya tida bhakti ka                 Griwi...