Langsung ke konten utama

Bahasa dan MEA

Sukoharjo, 6 Oktober 2017

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Teman-teman yang saya cintai, bagaimanakah kabar kalian? Saya harap kalian semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Maaf sebelumnya karena kini saya tidak membuat bloq di setiap harinya, karena sekarang saya sudah berpindah haluan menjadi seminggu sekali saja, InsyaAllah.
Teman-teman semua, kali ini saya akan mencoba belajar menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia supaya saya terbiasa menulis yang baik dan benar, amin. Sebelumnya mau mengoreksi apa yang telah saya tulis di blog saya sebelumnya dan saya akan membenarkan bahwa ternyata Bahasa Indonesia telah dipeajari di lebih dari 45 negara di dunia diantaranya Australia, Amerika, Kanada, Vietnam. Di Australia sendiri terdapat 500 lebih sekolah yang mengajarkan Bahasa Indonesia.

Teman-teman, hari ini saya akan membahas tentang maraknya warga negara asing di dunia yang mempelajari Bahasa Indonesia, mari kita bahas dan kita tinggalkan dulu soal tips ketiga mencintai Bahasa Indonesia kita tercinta ini. Menurut saya dampak negatif yang akan muncul dikarenakan maraknya orang asing yang belajar Bahasa Indonesia yakni menandakan bahwa mereka ingin menguasai Indonesia. Negeri yang kita cintai ini mungkin telah dilirik oleh negara lain dan mereka ingin menguasai Indonesia dengan cara yang terkesan abstrak dan tidak langsung seperti melalui bidang ekonomi yang saat ini ialah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Maka dari itu mari kita mengetahui dampak dari hal tersebut.

Dampak negatif:
1.      Bangsa Indonesia harus rela jika banyak tenaga ahli atau tenaga kerja asing yang datang dan mengambil lebih banyak porsi lapangan kerja di Indonesia. Maka dari itu mereka belajar Bahasa Indonesia, dan marilah kita meningkatkan kemampuan kita semaksimal mungkin agar kita tidak tertinggal dari mereka. Belajarlah teman-teman mari kita membuka wawasan kita dan berpikir lebih kreatif dan berpikir kritis dengan banyak membaca. InsyaAllah akan terbukalah jendela dunia.
2.      Administrasi Indonesia yang masih terkesan rapuh, di mana ada uang di situ ada jalan akan membuat pendatang asing yang dating ke Indonesia tidak ingin kembali ke negara asalnya dan ini akan berdampak pada terebutnya kesempatan kerja pribumi. Bahkan pribumi yakni bangsa Indonesia akan terjajah makin parah di bidang ekonomi. Saat ini saja pribumi banyak yang hanya bekerja sebagai buruh. Coba marilah kita renungkan sama-sama bahwa bangsa yang kaya raya ini yang kaya akan SDA dan SDM namun tak mampu mengolah dan memaksimalkannya. Terbukti ibaratkan SDM yang banyak bekerja menjadi buruh/pesuruh di rumahnya sendiri. Sebagai contoh yaitu banyak perusahaan yang dikuasai oleh China, sedangkan contoh di bidang SDA yaitu melimpahnya kekayaan alam Indonesia seperti minyak bumi namun tak bis amengolah sendiri. Indonesia penghasil minyak bumi namun Indonesia menjualnya karena tak bisa mengolahnya lalu Indonesia membeli lagi minyak yang siap pakai.

 Demikian secuil contoh yang dapat saya sampaikan, masih banyak contoh lain yang dapat kalian amati perihal eksploitasi Indonesia oleh orang asing dan dampak negatif yang secara tidak langsung bahasa berperan di dalamnya. Maka dari itu selayaknya kita perlu juga mempelajari bahasa asing namun tetap menjunjung tinggi bahasa kita sendiri agar bisa bersaing menghadapi kerasnya persaingan global sekarang ini. Beljar yang sungguh-sungguh ya kawan, pelajari kehidupan, bersainglah secara sehat, dengan pikiran jernih dan hati yang bening. Jadilah muslim yang kuat, sehat dan kaya serta bahagia dunia akhirat. Tetap semangat kawan berusahalah yang maksimal dan sertai usahamu dengan doa kepada Rabb mu, InsyaAllah Ia kan beri kita dan bangsa ini takdir terbaiknya,  amin. Sekian, terima kasih, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Pertama Mencintai Bahasa Indonesia

Assalamualaikum..       Okay ini adalah pertama kalinya aku membuat blog, dan di blog pertamaku ini aku akan menulis "Cara mencintai Bahasa Indonesia". Iyaaa... Kita harus mencintai bahasa kita sendiri karena siapa lagi yang akan mencintai Bahasa Indonesia kalau bukan orang-orang indonesia sendiri?       Aku akan memberikan tips-tipsnya satu demi satu di setiap harinya agar kamu cinta sama aku. Ups.. Cinta Bahasa Indonesia maksud aku. Okay langsung saja ya..:       1. Banggalah terhadap Bahasa Indonesia           Harus bangga dong dengan Bahasa Indonesia karena Bahasa Indonesia ...

Tips Cinta ke-4

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang teman-teman yang saya cintai dan saya sayangi, duh rasanya rindu sekali saya dengan teman-teman semua. Pada kesempatan kali ini saya sebenarnya bingung mau menulis apa, jadi kali ini saya hanya akan memberi saran saja. Gemarlah menulis, misalnya saja yang paling sederhana yaitu menulis buku harian, lalu bisa juga menulis semua kejadian setiap hari halian yang telah kalian alami jadi kan kita bisa belajar jurnalistik. Dari hal yang sederhana misalnya kalian sedang naik bus lalu di dalam bus terjadi pencopetan, nah kalian bisa tulis kronologi pencopetan tersebut, atau di jalan kalian melihat kecelakaan lalu lintas kalian juga bisa menulisnya seolah-olah kalian adalah wartawan yang sedang mencari berita lalu kalian bisa menuangkannaya ke blog, hitung-hitung kan untuk latihan jurnalistik. Nah kalau kalian sudah mahir menulis dan mencari berita kalian bisa mengirimkan berita kalian ke kantor-kantor penyiaran berita atau apalah-a...
  Assalamu’alaikum teman-teman,              Apa kabar kalian? Semoga selalu diberi kesehatan, keselamatan, umur yang panjang dan barokah, amin. Teman-teman kali ini saya akan mengulas sedikit tentang sejarah bahasa Indonesia. Mari kita belajar bersama tentang sejarah bahasa Indonesia, selamat menikmati. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia            Menurut pendapat para ahli, cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu kuno yang berasal dari Kalimantan Barat. Berdasarkan bukti dari sejumlah prasasti yang ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia yang ditulis dengan huruf Palawa dan Arab. Sebagai contoh bentuk bahasa Melayu kuno dalam salah satu prasasti yang telah ditranslitasi sebagai berikut:              Nipahat di welanya yang wala Griwijaya kaliwat manapik yang Bhumi Jaya tida bhakti ka                 Griwi...